Minggu, 12 Juli 2009

Harga Tak Jelas, Industri Biofuel Mati Suri

Tak kunjung keluarnya aturan penerapan harga membuat pengembangan bisnis biofuel mandek.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia Paulus Cakrawan menegaskan, pemerintah mesti mengeluarkan peraturan presiden terkait penetapan harga biofuel untuk menggairahkan kembali industri yang sedang mati suri. "Harusnya sejak bulan-bulan lalu sudah terbit,” kata Paulus di Jakarta, Jumat (3/7).

Paulus berharap, aturan itu bisa keluar sebelum pemilu presiden. Ia khawatir, jika lama tertunda, pengembangan biofuel nasional bakal semakin tidak jelas arahnya.

Paulus menambahkan, saat ini, harga biodiesel dari minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) ditentukan berdasarkan kesepakatan tanpa patokan yang resmi. Akibatnya, produsen menilai penetapan harga tidak sesuai dengan biaya produksi. "Tidak satu pun pabrik biodiesel yang beroperasi saat ini," tegasnya.

Bahkan, ia mengatakan, pabrik biodiesel yang menjual produknya dengan harga Mean Oil Platt Singapore alias MOPS, seperti Wilmar, tidak sanggup berproduksi. Harga biodiesel saat ini dihargai sekitar Rp 5.000 per liter. Padahal, harga CPO masih berkisar Rp 6.000 per liter. "Seharusnya biofuel dibeli dengan harga keekonomian," kata Paulus. (Epung Saepudin/Kontan)

source: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/07/03/15142490/Harga.Tak.Jelas..Industri.Biofuel.Mati.Suri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

google918401c9860b4077.html